Wednesday, December 5, 2012

Workshop Furniture Dari Plastik Bekas



Pendahuluan
Semua orang pasti pernah belanja, dan semua orang pasti kenal dengan plastic pembungkus barang belanjaan, atau populernya  tas  kresek. Dari data yang ada rata rata rumah tangga di Indonesia berbelanja 4 kali dalam sebulan. Kalo sekali belanja membawa bungkus plastik ratarata 10 lbr, berarti sebulan masing2 rumah tangga sudah membawa pulang 40 lembar plastik beraneka macam ukuran dan bentuknya. Coba hitung kalo satu kampung, wah ternyata bisa segunung…trus kemana sampah plastic tersebut.. ya di buang begitu saja.
Mari kita amati satu persatu bungkus plastic tsb, terutama warnanya, sangat menarik, apalagi kalo dipilin-pilin, dan ditata, dirangkai, disambung sedemikian rupa, akan tercipta mosaic yang indah.

Latar Belakang
Manusia  adalah makhluk yang mudah bosan,  apalagi kalo melihat perabotan kita yang sudah tua dan usang, sebagai contohnya furniture yang ada di rumah kita, kursi sudah rusak kainnya, meja sudah retak kacanya. Kita pasti tidak akan membiarkan begitu saja. Beli! Dan beli lagi tentu, bukan solusi yang baik.
Padahal kalo kita amati furniture yang rusak kadang rangkanya masih kokoh, kenapa tidak kita coba untuk direkayasa ulang.
Coba kembali ke limbah pembungkus plastic tadi, dipilin-pilin, dirangkai, dikombinasikan , trus gantilah kain atau anyaman kursi kita yang sudah rusak. Orang pasti tidak menyangka kalo gambar kursi diatas adalah hasil renovasi kursi rusak dengan memanfaatkan limbah plastic pembungkus belanjaan.

Maksud dan Tujuan
Dengan melihat latar belakang di atas, diharapkan setelah mengikuti latihan ini, akan tercipta pengusaha yang bebas dari kendala:
1.    Modal
2.    Pendidikan
3.    Teknologi
4.    Pemasaran
Tujuan dari pelatihan ini
1.    Bisa membuat furniture dari limbah plastic pembungkus
2.    Bisa mandiri menjadi pengusaha kerajinan seni recycle.
3.    Mengasah jiwa creative

Sasaran
Dengan banyaknya angkatan kerja yang berlimpah di Indonesia, sudah saatnya kita mulai menciptakan usaha mandiri, artiya dimulai dari diri kita sendiri. Peserta terbuka bagi siapa saja yang punya kemauan keras untuk maju dan berani berusaha tidak tergantung pada orang lain.

Manfaat mengikuti workshop
1.    Bisa usaha sendiri  tanpa kesulitan modal
2.    Bisa menciptakan lapangan kerja baru
3.    Membantu sesama yang kesusahan, pemulung, pengangguran, gelandangan dsb.
4.    Mendidik untuk tidak hidup konsumtive
5.    Mengurangi konflik di masyarakan, kerena sibuk dengan pekerjaanya.
6.    Mencintai produk sendiri
7.    Ikut memelihara lingkungan kita, bersih dari polusi plastik.